Parigi Moutong Masuk Calon Lokasi Prioritas Blue Coast 2027, Wabup Abdul Sahid Sambut Baik Inisiatif Ekonomi Biru
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menerima kunjungan Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Makassar, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), dalam rangka pemaparan rencana pelaksanaan Projek Indonesia Blue Economy for Coastal Livelihoods (Blue Coast), Rabu (11/2/2025), di Ruang Rapat Bupati.
Pertemuan tersebut membahas rencana implementasi Projek Blue Coast yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang. Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu calon lokasi prioritas dalam program berskala nasional tersebut.
Dalam paparannya, Staf BPRL Makassar, Ditjen Penataan Ruang Laut KKP RI, Kharisma Khabibillah, menjelaskan bahwa saat ini KKP RI bersama IFAD tengah menyusun proposal desain final Blue Coast. Program ini merupakan inisiatif KKP RI bersama IFAD dengan dukungan Asian Development Bank (ADB).
“Projek ini menargetkan tujuh lokasi prioritas di Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah, dengan fokus pada pengurangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, pemulihan ekosistem seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang, serta penguatan tata ruang laut,” ungkap Kharisma.
Ia menyebutkan, Kabupaten Parigi Moutong dipilih sebagai salah satu calon lokasi karena memiliki potensi pesisir yang sangat besar. Daerah ini memiliki garis pantai yang panjang dengan 149 desa pesisir serta potensi perikanan yang dinilai sangat menjanjikan.
Saat ini, terdapat 12 desa di Kabupaten Parigi Moutong yang masuk dalam kriteria awal lokasi projek. Meski demikian, BPRL Makassar bersama tim terkait masih melakukan survei dan penilaian mendalam, termasuk pengumpulan data dan informasi sebelum penetapan akhir dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Abdul Sahid menyambut baik rencana pelaksanaan Projek Blue Coast di wilayahnya. Ia menilai, inisiatif pemerintah pusat tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan di daerah.
“Kami merespons baik rencana ini karena niat pemerintah pusat sangat baik untuk kemajuan daerah, khususnya masyarakat pesisir di Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk berkolaborasi secara maksimal dengan BPRL Makassar, Ditjen Penataan Ruang Laut KKP RI, serta IFAD agar proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek tidak mengalami hambatan.
Lebih lanjut, Abdul Sahid menyampaikan bahwa pihaknya akan melaporkan rencana tersebut kepada Bupati Parigi Moutong untuk dibahas lebih lanjut, guna memastikan kesiapan daerah dalam mendukung implementasi projek pada 2027 mendatang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, kami mengucapkan terima kasih kepada BPRL Makassar, Ditjen Penataan Ruang Laut KKP RI, serta IFAD. Insya Allah, jika project ini dapat berjalan dengan baik, kami mendukung sepenuhnya,” tuturnya.
Diharapkan, rencana Projek Blue Coast ini dapat terealisasi sesuai target dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut di Kabupaten Parigi Moutong.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta OPD dan instansi terkait lainnya. Hadir pula Kepala UPTD PP & KKP3K Wilayah II DKP Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Desa Sausu Tambu, jajaran IFAD, serta jajaran BPRL Makassar Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP RI.