Parigi Moutong Bersiap Jadi Episentrum Durian Nasional, Menteri Transmigrasi Dijadwalkan Kunjungi Sentra Produksi


Jakarta — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memantapkan langkah sebagai daerah penyangga ekonomi baru berbasis pertanian dan perkebunan nasional. Hal ini ditandai dengan audiensi Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, di Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, pada Rabu, (28/1/2026). sebagai bagian dari persiapan kunjungan kerja Menteri Transmigrasi ke Parigi Moutong dalam waktu dekat.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Erwin Burase memaparkan sejumlah agenda strategis yang direncanakan akan dilaksanakan langsung oleh Menteri Transmigrasi di Parigi Moutong. Agenda itu meliputi panen raya padi sawah, peninjauan kebun durian, serta dialog terbuka bersama masyarakat petani dan pekebun sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan daerah.

Sebagai bentuk komitmen konkret, Bupati Erwin mengungkapkan bahwa dari total 800 hektare kebun durian yang saat ini dikembangkan di Parigi Moutong, pemerintah daerah akan menghibahkan 200 hektare kepada Kementerian Transmigrasi untuk dikembangkan menjadi kawasan perkebunan durian terintegrasi.

“Parigi Moutong tidak hanya siap dari sisi lahan, tetapi juga dari sisi infrastruktur pendukung,” ujar Erwin. Ia menjelaskan bahwa daerahnya telah memiliki 20 unit packing house durian, yang menjadi fondasi penting dalam rantai pasok dan kesiapan ekspor.

Lebih lanjut, Pemkab Parigi Moutong saat ini tengah mendorong optimalisasi lahan perkebunan masyarakat melalui skema satu desa minimal dua hektare durian, sehingga pengembangan komoditas unggulan ini terintegrasi langsung dengan program pembangunan ekonomi kerakyatan dan peningkatan pendapatan petani.

Tak hanya sektor perkebunan, Bupati Erwin juga menyoroti potensi wilayah pesisir Parigi Moutong yang memiliki garis pantai panjang. Potensi tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian melalui program rehabilitasi infrastruktur trans nelayan, yang diharapkan dapat ditinjau dan disinergikan dengan program Kementerian Transmigrasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Dr. Sigit Mustofa Nurudin, menyampaikan bahwa Menteri Transmigrasi telah secara aktif mempromosikan komoditas durian Parigi Moutong hingga ke tingkat internasional, termasuk kepada otorita Republik Rakyat Cina, guna menjajaki kerja sama investasi.

“Secara geografis dan potensi lahan, Parigi Moutong sangat memungkinkan dikembangkan hingga 3.000 hektare areal tanam durian, yang berpeluang memecahkan rekor sebagai kebun durian terbesar di Indonesia,” kata Sigit.

Ia berharap kunjungan Menteri Transmigrasi nantinya dapat dirangkaikan dengan pelepasan ekspor durian dari Parigi Moutong, sebagai seremoni strategis untuk mendongkrak promosi dan daya saing durian daerah di pasar global.

Dirjen menegaskan pentingnya persiapan yang matang dari seluruh pihak, agar agenda kunjungan tersebut tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.

Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Transmigrasi Provinsi, Fidaus, Kepala Bapelitbangda Irwan, SKM, M.Kes, Plt. Asisten II, Moh. Alfianto Hamzah, Plh. Dinas Nakertrans, Abdul Malik, Kabag Prokopim, Sri Nur Rahma.

*Prokopim*

Popular posts from this blog

Bupati Parigi Moutong Bawa Misi Mulia Pendidikan ke Kementerian, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sambut dengan Komitmen Nasional

Wabup Abdul Sahid Tekankan Disiplin ASN, Mulai Evaluasi dari Dinas Pendidikan

Bupati-Wabup Parigi Moutong Pimpin Rapat Kerja Perdana: Tegaskan Komitmen 100 Hari Kerja, Percepatan Layanan Publik, dan Keterbukaan Informasi