Mengunci Hilirisasi Kelapa dari Timur Indonesia, Bupati Erwin Dorong Parigi Moutong Jadi Sentra Industri Strategis Nasional


Jakarta, Kamis (15/1/2025) —
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Jakarta guna membawa dan memperjuangkan program strategis daerah terkait pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis potensi unggulan daerah.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah akseleratif Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa, yang telah disepakati bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai arah kebijakan pembangunan industri regional. Parigi Moutong diproyeksikan sebagai kawasan titik sentra hilirisasi kelapa di Sulawesi Tengah, didukung oleh bentangan wilayah yang luas serta ketersediaan bahan baku yang besar.

Kabupaten Parigi Moutong tercatat memiliki areal perkebunan kelapa seluas kurang lebih 25 ribu hektare, dengan kapasitas produksi mencapai 35 ribu ton per tahun, menjadikannya salah satu wilayah paling strategis dalam pengembangan industri berbasis kelapa di kawasan timur Indonesia.

Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa pembangunan sentra kawasan industri merupakan kebutuhan mendesak bagi daerah, tidak hanya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga sebagai fondasi penguatan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.

“Pembangunan sentra industri di Parigi Moutong bukan semata soal infrastruktur, tetapi bagaimana mendorong transformasi ekonomi masyarakat melalui pengolahan komoditas unggulan secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Bupati Erwin.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Ir. Reni Yanita, M.Si, menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus mendorong pengembangan IKM berbasis potensi lokal sebagai bagian dari penguatan struktur industri nasional.

“Pengembangan industri kecil dan menengah diarahkan pada penguatan rantai nilai, peningkatan kapasitas produksi, standarisasi mutu, serta perluasan akses pasar. Kawasan dengan ketersediaan bahan baku yang kuat seperti Parigi Moutong memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sentra industri berbasis komoditas,” jelas Reni Yanita.

Menurutnya, Kementerian Perindustrian mendorong model pengembangan sentra IKM yang terintegrasi, mulai dari fasilitasi teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia industri, hingga pendampingan kelembagaan dan kemitraan usaha, agar industri daerah tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menegaskan bahwa pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM) di Parigi Moutong sejatinya telah dirintis sejak tahun 2021 dan sempat menunjukkan capaian yang signifikan.

“Pengembangan SIKIM telah dimulai sejak 2021 dan pada fase awal berjalan cukup baik, bahkan mampu menyerap lapangan kerja hingga sekitar 100 ribu tenaga kerja. Pada periode tersebut, komoditas kelapa tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, tetapi telah diolah menjadi produk-produk modern bernilai tambah,” ungkap Zulfinasran.

Ia menjelaskan, hilirisasi kelapa saat itu telah menghasilkan berbagai produk turunan, seperti bahan baku kosmetik, aneka olahan pangan, briket arang, hingga pasokan bagi perusahaan manufaktur lainnya, yang sebagian telah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Lebih lanjut, Zulfinasran menyampaikan bahwa penguatan kembali sentra industri kelapa saat ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Parigi Moutong, khususnya melalui pendekatan Gerakan Membangun dari Desa sebagai strategi pembangunan berbasis potensi lokal.

“Sejalan dengan visi besar Bupati, kami selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Bappelitbangda telah merumuskan bahwa Gerakan Membangun dari Desa dapat diimplementasikan secara konkret melalui penguatan program-program strategis daerah yang terintegrasi dengan kebijakan nasional,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga akan mendorong penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Koperasi Merah Putih, sebagai simpul penggerak ekonomi desa yang terhubung langsung dengan sentra industri dan rantai pasok nasional.

“Koperasi Merah Putih akan kami dorong menjadi motor pengelolaan produksi, distribusi, hingga pemasaran komoditas kelapa, sehingga manfaat hilirisasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa dan pelaku usaha lokal,” tambahnya.

Upaya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong ini sebelumnya juga telah disampaikan kepada Kementerian PPN/Bappenas dalam audiensi bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, sebagai langkah strategis dan stimulan percepatan pengembangan kawasan industri di daerah.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Parigi Moutong diharapkan mampu bertransformasi menjadi simpul hilirisasi kelapa yang kuat, tidak hanya bagi Sulawesi Tengah, tetapi juga sebagai bagian penting dalam peta industri nasional.

Turut hadir dalam forum dialog tersebut sejumlah Direktur dan pejabat utama Kementerian Perindustrian, Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sekretaris Daerah Zulfinasran, Kepala Bappelitbangda Irwan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Fit Dewana, serta jajaran pejabat teknis lingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

*Prokopim*

Popular posts from this blog

Bupati Parigi Moutong Bawa Misi Mulia Pendidikan ke Kementerian, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sambut dengan Komitmen Nasional

Wabup Abdul Sahid Tekankan Disiplin ASN, Mulai Evaluasi dari Dinas Pendidikan

Bupati-Wabup Parigi Moutong Pimpin Rapat Kerja Perdana: Tegaskan Komitmen 100 Hari Kerja, Percepatan Layanan Publik, dan Keterbukaan Informasi