Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Dasar: Parigi Moutong Dorong Transformasi Pelayanan Publik dari Desa
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya menjadikan Posyandu sebagai simpul utama transformasi pelayanan dasar masyarakat. Hal ini ditegaskan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Parigi Moutong, Hestywati Nanga Erwin, S.KM., M.Kes, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu di Aula Bappelitbangda, Senin (22/12).
Dalam forum strategis tersebut, Hestywati menekankan bahwa Posyandu tidak lagi diposisikan sebagai kegiatan sektoral semata, melainkan sebagai instrumen kebijakan daerah untuk menerjemahkan visi pembangunan “Parigi Moutong Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan melalui Gerbang Desa” sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029.
“Pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan. Posyandu adalah wajah nyata kehadiran negara di desa dan kelurahan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dari lima fokus pembangunan daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemenuhan pelayanan dasar menjadi prioritas yang bersinggungan langsung dengan peran Posyandu. Melalui pendekatan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu diproyeksikan sebagai titik temu integrasi layanan pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan dan permukiman, hingga ketenteraman dan ketertiban umum.
Transformasi tersebut, lanjut Hestywati, sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, yang menempatkan Posyandu sebagai simpul operasional layanan dasar lintas sektor, bukan sekadar pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti sebelumnya.
“Ini adalah perubahan paradigma. Posyandu kini menjadi titik operasional misi RPJMD yang paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Hestywati menegaskan bahwa Posyandu bukan pelaksana tunggal SPM dan tidak mengambil alih kewenangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tanggung jawab substantif tetap berada pada OPD sesuai mandat masing-masing, sementara Posyandu berfungsi sebagai ruang integrasi dan koordinasi layanan di tingkat tapak.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong terbangunnya komitmen lintas sektor, penguatan sinergi, serta lahirnya inovasi pelayanan yang mampu memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan Posyandu.
“Jika Posyandu diperkuat, maka pelayanan dasar akan benar-benar dirasakan masyarakat. Di situlah ukuran keberhasilan pembangunan,” pungkasnya.
*Prokopim*