Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Parigi Moutong 2025 – 2029 dikukuhkan

Dalam momentum peringatan hari AIDS sedunia, Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS  (KPA) Kabupaten Parigi Moutong periode 2025 – 2029 resmi dikukuhkan, selasa, (22/12) di aula Kantor Bupati Parigi Moutong 

Pengurus baru KPA ini dikukuhkan langsung oleh Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, S. Kom 

Dalam sambutannya Bupati Erwin Burase mengatakan peringatan hari aids sedunia merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan komitmen bersama dalam upaya pencegahan serta penanggulangan HIV dan AIDS. 

Menurutnya  Tema yang kita angkat tahun ini, “bersama hadapi perubahan, jaga keberlanjutan layanan HIV” sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini, di mana perubahan sosial, kebijakan, dan dinamika pelayanan kesehatan menuntut adaptasi yang cepat, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Erwin juga mengatakan  HIV dan AIDS bukan hanya persoalan kesehatan semata , tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan AIDS masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Olehnya diperlukan pendekatan yang komprehensif, inklusif, dan berkeadilan, dengan mengedepankan nilai nilai kemanusiaan, empati, serta perlindungan hak asasi manusia. 

Menurutnya pemerintah kabupaten parigi moutong berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS melalui penguatan kebijakan, peningkatan akses layanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta sinergi lintas sektor. 

 “keberlanjutan layanan HIV harus tetap terjaga, mulai dari pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, hingga pendampingan, agar tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh  layanan kesehatan yang layak “ tegas Erwin 

Sementara itu Hestiwati Nanga selaku ketua KPA yang baru langsung mengingatkan pengurus untuk mengetahui peran kerja dan tanggung jawabnya. 

Ia mengatakan berdasarkan data terkini,parigi moutong untuk kasus HIV tertinggi ke empat di sulawesi tengah dengan 230 temuan kasus di masyarakat. 

sementara itu Untuk orang Dengan Aids (ODA) kata dia telah di temukan sebanyak 73 kasus yang menempatkan parigi moutong berada di posisi ke lima di sulawesi tengah. 

“masyarakat harus tau kalau HIV dan AIDS ini berbeda dalam gejala dan penindakannya” ujarnya 

Hestiwati nangah mengingatkan pentinganya peran pengurus KPA  baik di tingkat daerah kecamatan,hingga desa khusunya mengenai peran dan tugasnya,salah satunya dalam mengedukasikan dan menginformasikan akan pentingnya menjaga kesehatan.

Popular posts from this blog

Bupati Parigi Moutong Bawa Misi Mulia Pendidikan ke Kementerian, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sambut dengan Komitmen Nasional

Wabup Abdul Sahid Tekankan Disiplin ASN, Mulai Evaluasi dari Dinas Pendidikan

Bupati-Wabup Parigi Moutong Pimpin Rapat Kerja Perdana: Tegaskan Komitmen 100 Hari Kerja, Percepatan Layanan Publik, dan Keterbukaan Informasi