Belajar dari Bandung, Parigi Moutong Perkuat Kolaborasi Program Lansia Aktif dan Produktif
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Komisi Daerah (Komda) Lansia melakukan studi banding program lansia ke Kota Bandung selama tiga hari sebagai upaya memperkuat kebijakan dan praktik peningkatan kualitas hidup lanjut usia berbasis kolaborasi lintas daerah.
Rombongan berjumlah 50 orang tersebut terdiri atas pengurus Komda Lansia Kabupaten Parigi Moutong, perwakilan Komda Lansia kecamatan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong sekaligus Ketua Komda Lansia, H. Abdul Sahid, bersama Ibu Marwa Mahdang, SH.
Rombongan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung, Anhar Hadian, SKM, MTR.AP, di Gedung Balairung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung, Senin (15/12/2025).
Dalam sambutannya, Anhar Hadian menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Ia menekankan pentingnya pertukaran pengalaman dan praktik baik antar daerah dalam menghadapi tantangan kependudukan, khususnya peningkatan jumlah lansia. Menurutnya, kolaborasi semacam ini menjadi kunci dalam menghadirkan program lansia yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, menyampaikan terima kasih atas sambutan terbuka dari Pemerintah Kota Bandung dan Komda Lansia Kota Bandung. Ia menyebut studi banding ini sebagai langkah strategis untuk memperkaya perspektif dan memperkuat desain program lansia di Parigi Moutong, sekaligus membuka peluang kerja sama jangka panjang antar kedua daerah.
Abdul Sahid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam meningkatkan kesejahteraan lansia dengan mengintegrasikan program di 23 kecamatan. Meski Komda Lansia Parigi Moutong belum dikukuhkan secara resmi, ia memastikan organisasi tersebut telah memiliki surat keputusan kepengurusan dan tetap menjalankan program secara aktif dan terarah.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung lansia agar tetap dihargai dan diberdayakan. Lansia, menurutnya, harus diposisikan sebagai subjek pembangunan yang tetap mampu berkontribusi, sehat, mandiri, dan produktif.
Selama kegiatan berlangsung, rombongan Parigi Moutong mengikuti dialog interaktif dengan pengurus lansia Kota Bandung, meninjau sejumlah program unggulan, serta mengunjungi Sekolah Lansia Bahagia Antapani. Kunjungan tersebut menjadi pembelajaran langsung tentang model pemberdayaan lansia berbasis edukasi, komunitas, dan peningkatan kualitas hidup berkelanjutan.
*Prokopim*