Parigi Moutong Petakan Ulang Arah Investasi 2025: Pemerintah Siapkan ‘Data Emas’ untuk Menarik Modal Besar
Di tengah persaingan antar daerah dalam memperebutkan aliran modal, Kabupaten Parigi Moutong memilih langkah berbeda: menata ulang strategi investasi berbasis data akurat guna meningkatkan daya saing ekonominya.
Dengan potensi unggulan yang tersebar mulai dari pertanian, kelautan, perkebunan, hingga pariwisata, pemerintah daerah berupaya menyiapkan “data emas” yang dapat menjadi magnet bagi investor pada tahun 2025. Upaya ini dipertegas melalui Seminar Hasil Penyusunan Peta Potensi Investasi Kabupaten Parigi Moutong, yang tak hanya memetakan peluang, tetapi juga menandai kesiapan daerah menyambut masuknya penanaman modal baru.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan membuka Seminar Hasil Penyusunan Peta Potensi Investasi Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda ini resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Aswini Dimple, SKM, mewakili Bupati Parigi Moutong. Kamis (27/11).
Dalam laporan Ketua Panitia Pelaksana, Mardiana, SE, dijelaskan bahwa penyusunan peta potensi investasi difokuskan pada empat mandat utama: Mengidentifikasi serta memetakan sektor-sektor potensial yang layak dikembangkan.
Menyediakan informasi standar bagi calon investor.
Meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah dalam pengelolaan data potensi.
Menghasilkan Dokumen Peta Potensi Investasi Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2025 sebagai rujukan resmi promosi investasi daerah.
Membacakan sambutan bupati, Aswini menegaskan bahwa investasi merupakan pilar utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
Menurutnya, dokumen peta potensi investasi tidak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan, tetapi juga sebagai sarana promosi yang harus berbasis data, terukur, dan dapat dipercaya. Melalui pemetaan menyeluruh, sektor unggulan daerah dapat terlihat secara jelas, seperti pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, pariwisata, industri pengolahan, dan energi baru terbarukan.
“Aswini berharap dokumen ini menghadirkan informasi yang akurat, lengkap, dan mudah diakses, sehingga para calon investor dapat melihat peluang nyata serta prospek investasi yang menjanjikan di Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan iklim investasi yang sehat harus dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem investasi yang responsif dan kredibel.
Pemerintah daerah, tambahnya, berkomitmen memberikan kepastian regulasi, kemudahan perizinan, serta fasilitasi penuh bagi para investor.
“Saya mengajak seluruh peserta seminar untuk memberi masukan konstruktif dan rekomendasi konkret agar dokumen ini semakin kuat, implementatif, dan mampu menarik investor masuk,” tutup Aswini.
*Prokopim Setda Parigi Moutong*