Paparkan Program Gerbang Desa, Bupati Erwin Burase: Alhamdulillah Sudah Kelihatan Dampaknya
Bupati Erwin Burase berkomitmen menyelaraskan Asta Cita Presiden dan Program Berani Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng). Mulai dari Makan Bergizi Geratis (MBG), Cek Kesehatan Geratis (CKG), Koperasi Merah Putih, hingga Sekolah Rintisan.
“Alhamdulillah sampai saat ini sudah kelihatan dampaknya terhadap masyarakat,” Hal itu disampaikan Bupati Erwin Burase dalam Paparan Rakor Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita di Hotel Esterella, Luwuk, Kabupaten Banggai, Senin (17/11).
Ia mengatakan dengan terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU) bukan menjadi hambatan untuk Program Gerbang Desa, yang memprioritaskan kebutuhan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.
“Meski baru 5 bulan berjalan. Di tambah lagi efisiensi anggaran, kita tetap berupaya agar program Gerbang Desa dapat menyentuh langsung kepada masyarakat,” kata Bupati Erwin Burase.
Dalam pelaksanaan program MBG, Parigi Moutong saat ini sudah mempunyai 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih mandiri. Dengan capaian 19,60%.
“Walaupun ada beberapa permasalahan. Alhamdulillah kita sudah aktif dan tidak menunggu untuk koordinasi. Tetapi kita langsung mendatangi SPPG nya,” ujarnya.
Sedangkan untuk CKG, Lanjut Bupati Erwin mengatakan, pertama kali dilantik langsung memantau progres capaian CKG yang masih berada diposisi ke-9.
“Dari bulan juni sampai dengan sekarang Alhamdulillah sudah menjadi yang tertinggi di Sulteng untuk capaian CKG, dan mendapatkan penghargaan langsung dari pak gubernur,” terangnya.
“Saat ini pendaftar CKG bertambah lagi yang awal hanya 76.000 pendaftar. Sekarang sudah mencapai 81.550 orang. Yang hadir 78.612 orang. Yang tidak hari 2.900 orang. Sehingga presentase menjadi 96,4%,” sambungnya.
Bupati Erwin Burase membeberkan, bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk mengcover pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung BPJS.
“Contohnya seperti kekerasan dalam rumah tangga, kecelakaan tunggal dalam keadaan mabuk, tawuran, hingga pemulangan jenazah geratis. Alhamdulillah kita Pemda Parigi Moutong sudah mengalokasikan anggaran dan menyelaraskan bersama program Berani Sehat pak gubernur,” urainya.
“Masyarakat juga meminta agar pemulangan jenazah dari rumah sakit provinsi ke kabupaten dapat di geratiskan. Mengingat biaya pengataran jenazah biayanya dihitung perkilometer,” pungkasnya.