OJK Sulteng Dorong Pemodalan Petani Durian, Parigi Moutong Jadi Sorotan
Dorongan ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pengembangan Ekonomi Daerah Sektor Perkebunan Durian, yang berlangsung di Sriti Convention Hall, Jl. Durian, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Rabu (5/3/2025).
Dalam diskusi tersebut, Budi Hamdani, Kepala Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK, menegaskan bahwa pihaknya hanya bertindak sebagai pengawas dan pendorong.
Ia berharap perbankan semakin meningkatkan peran mereka dalam mendukung petani durian.
“Sebelumnya, pemodalan yang diberikan kepada petani mencapai Rp32 juta per hektar, meliputi bibit, pupuk, dan kebutuhan lainnya,” ujar Budi.
Senada dengan itu, Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menjelaskan bahwa pihaknya menggelar FGD ini untuk memperkuat dukungan terhadap ekspor durian.
Ia juga mengungkapkan alasan mengundang perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Pasalnya, daerah tersebut merupakan penghasil durian terbesar di Sulawesi Tengah dengan produksi lebih dari 250 ribu ton per musim, disusul oleh Kabupaten Poso dengan 110 ribu ton.
“Menurut data perbankan, sudah ada 65 pelaku usaha yang mendapatkan penyaluran modal. Kami ingin angka ini terus meningkat demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Bonny.
Lebih lanjut, OJK juga menginginkan dibentuknya forum koordinasi dengan pihak terkait guna memperkuat sinergi dalam mendukung sektor perkebunan durian.
Sementara itu plt. Asisten Perekonomian dan pembangunan Syamsu Nadjamuddin yang mewakili Pj. Bupati Parigi Moutong pada kegiatan tersebut mengungkapkan saat ini beredar isu yang tidak sedap dimasyarakat terkait kualitas durian parigi moutong, keluhan tersebut mencakup kualitas rasa dan bentuk volume durian parigi moutong
merespon keluhan konsumen yang meminati durian Parigi namun rasanya berbedah jauh yang diharapkan, Syamsu mensinyalir adanya praktek pemasaran brending durian parigi tapi berasal dari daerah lain,
“jika benar kenyataannya seperti itu sangat disayangkan” ucap Syamsu
Kedepan syamsu berharap selain meggenjot peningkatan kualitas durian serta perluasan pangsa pasar durian parigi moutong, dirinya berharap adanya lembaga atau forum bersama yang dibentuk untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam pengembangan durian secara berkelanjutan dan berkeadilan
“jangan ada pihak yang seenaknya mempermainkan harga, petani durian perlu mendapat intervensi dari pemerintah, lembaga jasa keuangan kemudahan mendapat pupuk dengan harga terjangkau dan lebih penting ialah membangun hilirisasi untuk menyerap lapangan kerja “ tutup Syamsu
turut hadir mendampingi plt Asisten Prekonomian dan Pembangunan, kepala Badan Pendapatan Daerah Muhammad Yasir, sebanyak 39 peserta FGD dari unsur Pemerintah Daerah, instansi vertikal, Asosiasi, pelaku usaha dan petani durian hingga pemerhati durian