Pondok Pasantren Alkhairaat Riyadhul Asybal Tada Gelar Haul Ke 3 Habib Syaggaf Bin Muhammad Aljufri
Mewakili Penjabat Bupati Parigi Moutong, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Ir. Lewis Menghadiri Haul Ke 3 Habib Syaggaf Bin Muhammad Aljufri yang digelar oleh Pondok Pasantren Alkhairaat Riyadhul Asybal Tada, Minggu 27/10/2024.
Turut hadir pembawa khitmat haul ke 3 Habib Syaggaf, ketua MUI Sulawesi Tengah Habib Ali Bin Muhammad Aljufri serta para ulama dan tokoh agama Parigi Moutong.
Sambutan Bupati yang dibacakan Staf Ahli Bupati Ir. Lewis mengatakan selaku pemerintah Daerah, saya sangat menyambut baik kegiatan keagamaan seperti ini, karena tugas pemerintah dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan untuk mendorong dan membina kegiatan-kegiatan dibidang keagamaan.
Kita ketahui bersama bahwa Habib Saggaf Bin Muhammad Aljufri adalah ketua utama alkhairaat, yang juga dikenal sebagai seorang cendekiawan islam Indonesia Asal Palu Sulawesi Tengah yang lahir di pekalongan, dan merupakan salah satu tokoh yang dihormati dalam masyarakat yang sering dikunjungi para pejabat negara untuk membahas masalah agama dan negara.
Selain pernah menjabat sebagai ketua majelis ulama indonesia (MUI) sulawesi tengah, habib saggaf juga pernah menjadi anggota MPR dari sulawesi tengah, dan iamembaktikan diri dan ilmunya untuk alkhairaat, beliau selalu aktif berdakwah di seluruh pelosok tanah air, sekaligus mendirikan madrasah alkhairaat, di usia yang sudah sangat sepuh, habib saggaf tidak pernah meninggalkan dakwahnya.
Melalui pelaksanaan haul ini, marilah kita semua meneladani sikap dan kebijakan dalam diri almarhum, dalam mencapai kemaslahatan bersama, yang pastinya mengandung nilai-nilai badah, disamping untuk bertawassul mengharapkan keberkahan dan memetik suri tauladan, juga saatnya untuk kita mengambil iktibar dengan mengenang jasa dan hasil perjuangan yang selama ini telah berdakwah mengajarkan tuntunan syariat dan aqidah, sebagai bekal kita dalam menjalani kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat kelak.
Marilah kita jadikan haul ini, sebagai media untuk memperkuat amal ibadah serta memantapkan pemahaman dan pengamalan nilai keislaman sebagaimana ajaran dan keteladanan yang telah dicontohkan oleh nabi kita muhammad saw dan ulama- ulama kita terdahulu.
Olehnya, saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya Gerasi muda, agar kedepannya lebih mementingkan agama daripada budaya luar yang tidak sesuai dengan adat ketimuran, kita tidak boleh lengah menghadapi pengaruh-pengaruh negatif dari globalisasi ini, jika kita lengah, umat islam di negeri ini akan goyah.